Selasa, 26 Juni 2012

SIFILIS



1.1.pengertian sifilis
Sifilis adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan menahun walaupun frekuensi penyait ini mulai menurun,tapi masih merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh termasuk sistem peredaran darah,syaraf dan dapat di tularkan oleh ibu hamil kepada bayi yang di kandungnya,sehingga menyebabkan kelainan bawaan pada bayi tersebut,sifilis sering di kenal sebagai lues,raja singa.
1.2.etiologi
Penyebab sifilis adalah masuknya suatu bakteri yang berbentuk spiral yang di sebut tripodema pallidum.dengan strategi hampir selalu menular ke korban baru melalui persetubuhan atau seks oral,makhluk kecil ini mencari jalan masuk melalui kulit dan dari sana ia menyebar dengan ganas.beberapa jam setelah bakteri ini masuk kedalam kulit,mereka yang berbentuk spiral ini berhasil masuk kedalam aliran darah,dan dalam satu minggu mereka menyebar keseluruh tubuh,jika tidak di obati,infeksi tersebut berkembang melalui 3 tahap selama bertahun-tahun.selama tahap pertama (sifilis awal),sebuah bisul yang tidak sakit timbul dimna bakteri itu masuk kedalam tubuh.bisul ini atau chancre biasanya muncul berkisar antara 10 hingga 90 hari setelah infeksi dan hampir selalu di bagian genital.
Biasanya,bisul-bisul sifilis memiliki bagian tenga yang halus dan pinggiran yang menonjol dan keras dan kadang-kadang berisi nanah kuning seperti lepuh atau jerawat,demikian menurut Dr.whiteside.pada laki-laki,bisul-bisul itu biasanya muncul pada atau dekat kepala penis.pada wanita bisul-bisul itu biasanya pada labia(bibir vagina),namun kadang-kadang erada pada vagina bagian dalam,dimana bisul-bisul itu tidak dapat di lihat atau di rasakan.kadang-kadang bisul itu muncul di mulut,payudara,jari-jari lidah atau wajah.
Setelah itu penyakit ini sulit di lacak.dalam satu atau dua bulan,bisul-bisul itu sembuh dan lenyap,yang menyebabkan banyak orang yang terinfeksijuga menyimpulkan kalu infeksinya telah sembuh.namun,ini tidak benar.
Penyakit itu hanya menghilang kedalam tubuh dan terus melakukan kerusakan ke tempat-tempat yang tidak dapat di lihat.(ini alasannya mengapa segala jenis bisul genital harus di periksakan oleh seorang dokter.jangan menunggu sampai bisul tersebut lenyap karena pada penyakit sifilis bisul itu akan menghilang dengan sendirinya .)
2.3.patogenesis
Kuman penyebab sifilis disebut trofenema pallidum.masa tanpa gejala berlangsung 3-4 minggu ,kadang-kadang sampai 13 minggu.kemudian timbul benjolan sekitar alat kelamin. Ada bercak-bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12minggu setelah hubungan seks,tetapi akan hilang dengan sendirinya dan sering kali penderita tidak memperhatikan hal ini.
Selama2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukan gejala apa-apa atau di sebut masa loaten.setelah 5-10tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan saraf otak,pembuluh darah dan jantung.pada perempuan hamil sifilis dapat di ntularkan pada bayi yang di kandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit,hat,limfa,dan keterbelakangan mental.
2.4.infeksi sifilis pada kehamilan
Penyebab:treponema pallidiumnyang dapat menembus plasenta setalah kehamilan 16minggu,oleh karena itu ada baiknya melakukan pemeriksaan serologis sebelum hamil sehingga penggobatan dapat di terapkan sampai sembuh.
Diagnisis penyakit ini tidak terlalu sukar karena terdapat luka pada daerah genetalia,mulut,atau tempat lainnya.pengaruhnya terhadap kehamilan dapat dalam bentuk persalinan prematur atau kematian dalam rahim dan infeksi bayi dalam bentuk lues kongenitas (pempigus sifilitus,deskuamasi kulit telapak tangan dan kaki,terdapat pkelainan pada mulut dan gigi).pengobatannya mudah dan sebaiknya diberikan bersama suami diobati penisilin injeksi,untuk wanita hamil trimester 1 di obati sedini mungkin untuk mencegah penularan janin.
1.5.prognosis
Prognosis pada ibu hamil dengan sifilis buruk,jika tidak di lakukan penanganan yang tepat akan berdampak baik si ibu maupun untuk janin yang di kandungnya.
1.6.gejala subjektif dan objektif
Secara umum manifestasi klinik dari penyakit sifilis yaitu:keluarnya cairan dari vagina,penis atau dubur yang berbeda dari biasanya.dapat berwarna putih susu,kekuningan,kehijauan,atau disartai bercak darah dan bau yang tidak enak,perih,nyeri atau panas saat BAK atau setelah buang air kecil atau menjadi sering BAK.adanya luka terbuka(luka besar di sekitar kemaluan atau mulut).dapat terasanya nyeri atau tidak,tumbuh sesuatu seperti jengger ayam atau kulit sekitar kemaluan,pada pria skrotum menjadi bengkak dan nyeri.sakit perut bagian bawah kadang timbul ,terkadang hilang,secara umum merasa tidak enak badan atau demam.
Secara khusus manifaestasi klinik dari penyakit sifilis antara lain:sifili stadium satu terjadi efek primer berupa papul tidaknyeri sekitar 3 minggu kemudian terjadi penjalaran ke kelenjar inguinal medial.timbul lesi pada alat kelamin ekstra genital seperti bibir,lidah,tonsil,puting susu ,jari dan anus misallnya pada penulara ekstrakoital,sifilis stadium 2 gejala konstitusi seperti nyeri kepala subfebris,anoreksia,nyeri pada tulang,leher timbul macula,papula,pustule,dan rupia.kelainan selaput lendirlimfadenitis yang generalisata.sifilis stadium 3 terjadi setelah 3-7 tahun setelah infeksi guma dapat timbul pada setiap jaringan dan organ,membentuk nekrosis sentral juga di temukan di organ dalamyaitu lambung,paru-paru.nodus di bawah kulit dapat berskuma tidak nyeri.
Sifilis congenital,pada kondisi dini dapat muncul beberapa minggu (3minggu) setelah bayi di lahirkan,kelainan dapat berupa vesikel bula,pemfigus sifilitika,papula,skuma,sekret hidung yamng sering bercampur dengan darah,adanya osteokondritis pada foto rontgen.
Kondisi lanjut dapat terjadi pada usia 2 tahun lebih.pada 7-9 tahun dengan adanya keratitis intersia(menyebabkan kebutaan),ketulian,gigi hutchinson,parises perporasi palatum durum,serta kelainan tulang tibia dan frontalis.

1.7.klasifikasi
Stadium satu.stadium ini di tandai oleh timbulnya luka yang kemerahan dan basah di daerah vagina,poros usus atau mulut.luka ini di sebut dengan chancre,dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya.pembengkakakan kelenjar getah bening juga di temukan pada stadium ini,setelah beberapa minggu,chancre tersebut akan menghilang.stadium ini merupakan stadium yang sangat menular.
Stadium dua.kalau stadium satu tidak di obati,biasanya para penderita akan mengalami ruam,khususnya di telapak kaki dan tangan .mereka juga dapat menemukan adanya luka-luka  di bibir,mulut,tenggorokan,vagina dan dubur.gejala-gejala yang mirip dengan flu,seperti demam dan pegal-pegal,mungkin juga di alami pada stdium ini.stadium ini biasanya berlangsung selama 1-2 minggu.
Stadium tiga.kalau sifilis stadium dua juga belum di obati,para penderita akan mengalami yang di namakan dengan sifilis laten.hal ini berarti bahwa semua gejala penyakit akan menghilang,namun sesungguhnya penyakit ini akan bersarang dalam tubuh.dan bakteri penyebabnya pun masih bergerak di seluruh tubuh,sifilis laten ini akan berlangsung selama bertahun-tahun lamanya.
Stadium empat.penyakit ini akhirnya di sebut dengan sifilis tersier.pada stadium ini,spirochaeta telah menyebar keseluruh tubuh dan dapat merusak otak,jantung,batang otak,dan tulang.
Orang yang teah tertular oleh spirochaeta penyebab sifilis dapat di teukan adanya chancre setelah tiga hari tiga bulan bakteri masuk ke dalam tubuh,kalau sifilis stadium ini tidak di obati,tahap kedua penyakit ini akan timbul kapan saja,mulai dari tiga sampai enam minggu setelah timbulnya chancre.
Sifilis dapat mempertinggi resiko terinfeksi HIV.hal ini di karenakan lebih mudahnya virus HIV masuk kedalam tubuh seseorang bila terdapat luka,sifilis yang diderita akan sangat membahayakan kesehatan seseorang bila tidak di obati,baik pada penderita laki-laki maupun perempuan.spirochaeta dapat menyebar keseluruh tubuh dan menyebabakan rusaknya organ-organ vital yang sebagian besar tidak dapat di pulihkan . sifilis pada ibu hamil yang tidak di obati juga dapat menyebabkan cacat lahir primer pada bayi yang di kandungnya.
1.8.penanganan(intruksi dokter)
Sifilis pada stadium satu.di berikan benzatin penisilin dengan dosisi total 4,5 juta unit secara I,M berturut-turut 1,2 juta unit selama seminggu.penisilin prokain dalam alumunium monostrearat(PAM)setiap 3 kali sehari 1,2 juta unit sehingga mencapai dosisi total 4,8 juta unit,penisili prokain dalam akua 600.000 unit selama 10 hari sehari-hari.
Sifilis pada stadium dua. di berikan benzatin penisilin dengan dosisi total 6,0 juta unit secara IM 2,4 dan 1,2 juta unit selang seminggu.penisilin prokain dalam aluminium  monostrearat(PAM)setiap 3 kali sehari 1,2 juta unit sehingga mencapai dosis total 6juta unit. penisili prokain dalam akua 600.000 unit selama 10 hari sehari-hari.
Sifilis pada stadium tiga(sifilis kardio vaskular atau neuro sifilis). di berikan benzatin penisilin dengan dosisi total 9 juta unit,di suntikan berturut-turut 2,4 dan 1,8 juta selang sminggu. penisilin prokain dalam aluminium  monostrearat(PAM)setiap 3 kali sehari 1,2juta unit sehingga mencapai dosis total 9juta unit. penisili prokain dalam akua 600.000 unit selama 15 hari sehari-hari.












2.1.pengertian gonore(GO)
Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva) dan bagian tubuh yang lain.

2.2.Etiologi
Gonore disebabkan oleh gonokok yang dimasukkan ke dalam kelompok Neisseria, sebagai Neisseria Gonorrhoeae. Gonokok termasuk golongan diplokok berbentuk biji kopi dengan lebar 0,8 u, panjang 1,6 u, dan bersifat tahan asam. Kuman ini juga bersifat negatif-Gram, tampak di luar dan di dalam leukosit, tidak tahan lama di udara bebas, cepat mati pada keadaan kering, tidak tahan suhu di atas 39 derajat C, dan tidak tahan zat desinfektan. Daerah yang paling mudah terinfeksi adalah dengan mukosa epitel kuboid atau lapis gepeng yang belum berkembang (imatur), yakni pada vagina wanita sebelum pubertas.
2.3.gambaran klinik
Pada pria
1. Masa tunas gonore sangat singkat, umumnya berlangsung 2-5 hari.
2. Kuman yang ada di uretra menimbulkan uretritis. Paling banyak uretritis anterior akuta.
3. Keluhan berupa rasa gatal
4. Panas di bagian distal uretra di sekitar orifisium distal eksternum
5. Disuria
6. Polakisuria
7. Keluar duh tubuh dari ujung uretra yang kadang disertai darah
8. Nyeri pada waktu ereksi
9. Pada pemeriksaan tampak orifisium uretra eksternum kemerahan, edema, dan ektropion. Tampak pula duh tubuh yang mukopurulen. Pada beberapa kasus dapat terjadi pembesaran kelenjar getah bening inguinal unilateral atau bilateral.

Pada wanita
1. Masa tunas sulit untuk ditemukan karena pada umumnya asimtomatik, gejala awal bisa timbul pada waktu 7-21 hari setelah terinfeksi
2. Pada wanita, penyakit akut atau kronik jarang ditemukan gejala subjektif dan objektifnya.
3. Infeksi pada wanita, pada mulanya henya mengenai serviks uteri
4. Keluhan: kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri pada panggul bawah, demam, keluarnya cairan dari vagina, nyeri ketika berkemih dan desakan untuk berkemih.
5. Pada pemeriksaan serviks tampak merah dengan erosi dan sekret mukopurulen, duh tubuh akan terlihat lebih banyak, bila terjadi servitis akut.

2.4.Komplikasi
Pada pria
a. Tisonotis (radang kelenjar tyson)
b. Para uretritis
c. Littritis (radang kelenjar littre)
d. Cowperitis (radang kelenjar cowper)
e. Prostatitis
f. Vesikulitis
g. Funikulitis
h. Epididimitis
i. Infertilitas
j. Trigonitis

Pada wanita
a. Infeksi pada serviks (servisitis gonore)
b. Salpingitis (penyakit radang panggul)
c. Infertilitas
d. Infeksi pada uretra dapat terjadi para uretritis
e. Pada kelenjar Bartholin (bartholinitis)
f. adanya kemungkinan lahir prematur, infeksi neonatal dan keguguran akibat infeksi gonokokkus pada wanita hamil
g. adanya sepsis pada bayi baru lahir karena gonore pada ibu

pada janin dan bayi baru lahir
a. kebutaan, untuk mencegah kebutaan, semua bayi yang lahir di rumah sakit biasanya diberi tetesan mata untuk pengobatan gonore
b. pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah
c. penyakit sistemik seperti meningitis dan arthritis sepsis pada bayi yang terinfeksi pada proses persalinan.

Komplikasi diseminata pada pria dan wanita dapat berupa artritis, miokarditis, endokarditis, perikarditis, meningitis dan dermatitis.

Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seksual melalui anus (lubang dubur) bisa menderita gonore pada rektumnya. Penderita merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah. Pada pemeriksaan dengan anaskop akan tampak lendir dan cairan di dinding rektum penderita. Melakukan hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore bias menyebabakn gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Biasanya infeksi ini tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan menelan. Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata maka bisa terjadi infeksi mata luar (konjungtivitis gonore).

2.5..Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan pembantu.
2.6.Pemeriksaan Khusus
a. Eksudat untuk diplokok intraselular gram-negatif
b. Biakan pada media khusus
c. Pemeriksaan antibodi fluoresensi
d. Biakan dan kanalis ani pada pria homoseksual
e. Biakan dan serviks pada wanita
f. Biakan dan faring pada kasus-kasus yang dicurigai terjadi kontak orogenital
g. Tes serologik untuk sifilis

2.7.Pengobatan
Antibiotik adalah pengobatan untuk gonore. Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati sesegera mungkin bila terdiagnosis gonore. Hal ini berlaku untuk pasangan seksual dalam 2 bulan terakhir, atau pasangan seksual terakhir bila selama 2 bulan ini tidak ada aktivitas seksual. Banyak antibiotika yang aman dan efektif untuk mengobati gonorrhea, membasmi N.gonorrhoeae, menghentikan rantai penularan, mengurangi gejala, dan mengurangi kemungkinan terjadinya gejala sisa.
Pilihan utama adalah penisilin + probenesid. Antibiotik yang dapat digunakan untuk pengobatan gonore, antara lain:
1. Amoksisilin 2 gram + probenesid 1 gram, peroral
2. Ampisilin 2-3 gram + probenesid 1 gram. Peroral
3. Azitromisin 2 gram, peroral
4. Cefotaxim 500 mg, suntikan Intra Muskular
5. Ciprofloxacin 500 mg, peroral
6. Ofloxacin 400 mg, peroral
7. Spectinomisin 2 gram, suntikan Intra Muskular
Obat-obat tersebut diberikan dengan dosis tunggal.

2.8.Pengobatan pada situasi khusus, misalnya:
Hamil/menyusui
Pada wanita hamil tidak dapat diberikan obat golongan kuinolon dan tetrasiklin. Yang direkomendasikan adalah pemberian obat golongan sefalosporin (Seftriakson 250 mg IM sebagai dosis tunggal). Jika wanita hamil alergi terhadap penisilin atau sefalosporin tidak dapat ditoleransi sebaiknya diberikan Spektinomisin 2 gr IM sebagai dosis tunggal. Pada wanita hamil juga dapat diberikan Amoksisilin 2 gr atau 3 gr oral dengan tambahan probenesid 1 gr oral sebagai dosis tunggal yang diberikan saat isolasi N. gonorrhoeae yang sensitive terhadap penisilin. Amoksisilin direkomendasikan unutk pengobatan jika disertai infeksi C. trachomatis.

2.9.Pencegahan
a. Tidak melakukan hubungan seksual baik vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi.
b. Pemakaian Kondom dapat mengurangi tetapi tidak dapat menghilangkan sama sekali risiko penularan penyakit ini
c. hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai.
d. Sarankan juga pasangan seksual kita untuk diperiksa guna mencegah infeksi lebih jauh dan mencegah penularan
e. wanita tuna susila agar selalu memeriksakan dirinya secara teratur, sehingga jika terkena infeksi dapat segera diobati dengan benar
f. Pengendalian penyakit menular seksual ini adalah dengan meningkatkan keamanan kontak seks dengan menggunakan upaya pencegahan.

DAFTAR PUSTAKA
Manuaba, IGB. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. EGC. Jakarta;1998.
Bagian obstetri dan ginekologi FK UNPAD. Ginekologi. Elstar Offset. Bandung;1997.
Malik SR, Amin S, Anwar AI. Gonore. In: Amiruddin MD, editor. Penyakit Menular Seksual. Makassar: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin; 2004.
Dalil SF, Maksa WIB, Zubier F, Judanarso J, editor. Infeksi menular seksual. Fakultas kedokteran UI;Jakarta;2005.
Yeyeh rukiyah,ai.asuhan kebidanan IV(patologi kebidanan).trans info media.jakarta:2010

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar