Senin, 04 Juni 2012

ENDOMETRITIS


MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN III ( NIFAS )
Tentang
INFEKSI NIFAS MENGENAI ENDOMETRITIS


Oleh :
NAMA: DELVITA PRATIWI.W
NIM: 1021990
KELAS: IIB
PRODI: DIII KEBIDANAN


Dosen Pembimbing :
Riri Karnain

STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
T.A 2011/ 2012


KATA PENGANTAR
          Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kehadirat allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis telah berhasil menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
 “INFEKSI NIFAS TENTANG ENDOMETRITIS ”.
          Dalam makalah ini penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik untuk sempurnanya makalah ini dimasa yang akan datang.
         Akhir kata dengan kerendahan hati, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi penulis maupun bagi para pembaca makalah ini.



Padang, April 2011


Penulis








MAKALAH INFEKSI POSTPARTUM MENGENAI ENDOMETRITIS.
BAB I : PENDAHULUAN
A.     Latar belakang

Infeksi nifas mencakup semua peradangan yang disebabkan masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genital pada saat kehamilan dan persalinan.

Dinegara-negara berkembang dengan pelayanan kebidanan yang masih jauh dari keaadaan sempurna kejadian infeksi nifas masih besar.Infeksi nifas umumnya disebabkan oleh bakteri yang dalam keadaan normal berada dalam usus dan jalan lahir.

Salah satu contoh infeksi nifas yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu endometritis.Endometritis yaitu peradangan yang terjadi pada endometrium pada lapisan sebelah dalam. Sama-sama kita ketahui bahwa peradangan endometrium pada masa nifas diindonesia masih tinggi karena kurangnya ketelitian dan kecermatan dalam penanganan mengenai hal ini baik dalam masa kehamilan maupun persalinan .

Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga personal higiene, kurangnya pengetahuan tentang dampak jangka pendek dan jangka panjang endometritis bagi ibu menjadi salah faktor atau dasar bagi penulis untuk membahas tentang infeksi nifas mengenai endometritis.

B.     TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah ini sebagai berikut :
Tujuan umum :
ü  Untuk mengetahui infeksi nifas yang terjadi pada ibu khususnya tentang endometritis.
Tujuan khusus :
ü  mengetahui apa yang dimaksud dengan endometritis
ü  mengetahui apa faktor penyebab endometritis
ü  Mengetahui gejala klinis endometritis
ü  Mampu melakukan pengkajiam pada pasien yang mengalami endometrotis
ü  Mampu menentukan masalah pada pasien endometritis
ü  Mampu merencanakan tindakan yang akan dilakukan pada pasien yang mengalami endometritis
ü  Mampu melaksanakan evaluasi 
BAB II : TINJAUAN  TEORI
             “infeksi nifas” atau dalam istilah medis disebut juga “infeksi puerperalis”. Infeksi nifas adalah infeksi bakteri pada saluran genital (kemaluan) yang terjadi setelah melahirkan yang ditandai dengan kenaikan suhu tubuh sampai 38°C atau lebih selama dua hari, terjadi dalam sepuluh hari setelah melahirkan tapi dengan mengecualikan 24 jam pertama.
Tanda-tanda infeksi nifas :
  • Demam tinggi (38°C atau lebih), kadang disertai menggigil.
  • Rasa panas dan nyeri pada tempat infeksi
  • Kadang-kadang terasa perih saat buang air kecil.
  • Ibu terlihat sakit dan sangat lemah
Beberapa faktor risiko yang memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi nifas, antara lain:
  • Setiap keadaan yang menurunkan daya tahan tubuh ibu, seperti perdarahan, kelelahan, gizi buruk, preeklamsi, eklamsi, infeksi lain yang diderita ibu, penyakit jantung, TBC paru, pneumonia, dan lain-lain.
  • Ibu dengan proses persalinan lama, persalinan yang tidak terduga (mendadak) sehingga kurang tertangani dengan baik
  • Kemungkinan infeksi panggul setelah melahirkan yang serius, berhubungan dengan lamanya ketuban pecah sebelum melahirkan.
  • Luas serta banyaknya luka guntingan atau robekan ketika proses persalinan
  • Ibu yang menjalani tindakan operasi, baik lewat jalan lahir maupun perut.
  • Tertinggalnya sisa ari-ari, selaput ketuban, atau bekuan darah dalam rahim.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi nifas, antara lain :
  • Sebaiknya ibu memperhatikan kondisi kesehatannya selama hamil, segera periksa ke bidan atau dokter jika ada keluhan.
  • Minum suplemen zat besi secara teratur untuk mencegah terjadinya anemia.
  • Konsumsi makanan yang bersih, sehat, cukup kalori, protein, dan serat (sayur, buah).
  • Minum air dalam jumlah yang cukup.
  • Ibu hendaknya memilih tenaga penolong persalinan yang terlatih, supaya proses persalinan terjamin kesterilannya.
  • Harus menjaga kebersihan dan memberi perawatan khusus jika terjadi perlukaan seperti di tempat jahitan pada jalan lahir maupun perut (operasi cesar)

A.     PENGERTIAN
Radang selaput lendir rahim atau endometritis adalah peradangan yang terjadi pada endometrium, yaitu lapisan sebelah dalam pada dinding rahim, yang terjadi akibat infeksi.

Jenis infeksi yang paling sering ialah endometritis. Kuman-kuman memasuki endometrium, biasanya pada luka bekas Insersio plasenta, dan dalam waktu singkat mengikutsertakan seluruh endometrium.



http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/archive/a/a7/20110825172041%21WeiblicherGenitaltrakt.gif/300px-WeiblicherGenitaltrakt.gif


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/dd/Plazenta.png/300px-Plazenta.png

Endometritis dibagi menjadi 3 macam:
o   Endometritis postpartum
Peradangan yang terjadi setelah melahirkan.
o   Endometritis sinsitial
Peradangan pada dinding rahim akibati tumor jinak yang disertai sel intisial dan trofoblas yang banyak.
o   Endometritis tuberkulosa
Peradangan pada endometrium dan tuberculosa.

B.     PENYEBAB / PREDISPOSISI
1.    Aborsi
2.    Kelahiran kembar
3.    Kerusakan jalan lahir
4.    Kelanjutan retensio plasenta yang mengakibatkan involusi pasca persalinan menjadi menurun
5.    Adanya korpus luteun persisten.
6.    Persalinan Pervaginam
Jika dibandingkan dengan persalinan perabdominan/sc, maka timbulnya endometritis pada tersalinan pervaginam relatif jarang.Bila persalinan pervaginam disertai penyulit yaitu pada ketuban pecah prematur yang lama, partus yang lama dan pemeriksaan dalam berulang, maka kejadian endometritis akan meningkat sampai mendekati 6%. Bila terjadi korioamniotis intrapartum, maka kejadian endometritis akan lebih tinggi yaitu mencapai 13%.
7.    Persalinan SC
SC merupakan faktor predisposisi utama timbulnya endometritis dan erat kaitannya dengan status sosial ekonomi penderita. Faktor resiko penting untuk timbulnya infeksi adalah lamanya proses persalinan dan ketuban pecah, pemeriksaan dalam berulang dan pemakaian alat monitoring janin internal. Karena adanya faktor resiko tersebut america college of obsetricians andgynekologists menganjurkan pemberian antibiotika profilaksis pada tindakan secsio caesarea.

8.    BAKTERIOLOGI
Meskiun pada serviks umumnya terdapat bakteri, kavum uteri biasanya steril sebelum selaput ketuban pecah. Sebagai akibat proses persalinan dan manipulasi yang dilakukan selama proses persalinan tersebut, cairan ketuban  dam mungkin uterus akan terkontaminasi oleh bakteri aerob dan anaerob.
Bakteri anaerob :
o   peptosreptococcus sp
o   peptococcus sp
o   bakterioides sp
o   klostridium sp
Bakteri  aerob gram positif:
o   enterococcus
o   grub B streptococcus
o   Bakteri gran negatif:
o   Echerichia coli.





























Text Box: KONTAMINASI BAKTERI
(Berasal dari flora normal vagina)





Text Box: Inokulasi dan kolonisasi bakteri pada segmen bawah rahim,insisi dan laserasi
Ø Pemeriksaan dalam
Ø Pemakaian alat monitoring janin internal
Ø Partus lama
Ø Insisi uterus






Text Box: Kondisi optimal untuk pertumbuhan bakteri anaerob
Ø Trauma operasi
Ø Benda asing
Ø Kerusakan jaringan
Ø Penumpukan darah dan serum






Text Box: Proliferasi polimicroba disertai invasi ke jaringan






Text Box: Endometritis/ metriosis
 





























C.     PATOGENESIS
            Rahim merupakan organ yang steril sedangkan di vagina terdapat banyak mikroorganisme oportunistik. Mikroorganisme dari vagina ini dapat secara asenden masuk ke rahim terutama pada saat perkawinan atau melahirkan. Bila jumlah mikroorganisme terlalu banyak dan kondisi rahim mengalami gangguan maka dapat terjadi endometritis [5]. Kejadian endometritis kemungkinan besar terjadi pada saat kawin suntik atau penanganan kelahiran yang kurang higienis, sehingga banyak bakteri yang masuk, seperti bakteri non spesifik (E. coli, Staphilylococcus, Streptococcus dan Salmonella), maupun bakteri spesifik (Brucella sp, Vibrio foetus dan Trichomonas foetus).
            Infeksi uterus pada persalinan pervaginam terutama terjadi pada tempat implantasi plesenta, desidua, dan miometrium yang berdekatan.bakteri yang berkoloni  diserviks akan dan vagina akan menginvasi tempat implantasi plasenta saat itu biasanya merupakan sebuah luka dengan diameter _kurang lebih 4  cm dengan permukaan luka berbenjol – benjol  karena banyaknya vena yang ditutupi trombus. Daerah ini merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman-kuman patogen
            Infeksi uterus pasca operasi sesar umumnya akibat infeksi pada luka operasi selain infeksi yang terjadi pada tempat implantasi plasenta.
D.     Gejala klinik
o    Suhu tubuh berkisar melebihi 38 -39 0c
o   Menggigil
o   Demam biasanya timbul pada hari ke-3 disertai nadi yang cepat.
o   Nadi cepat
o   Nyeri abdomen
o   Pada pemeriksaan bimanual teraba agak mem besar, nyeri dan lembek.
o   Lokhea berbau menyengat namun ada juga yang tidak yaitu yang disebabkan olek sreptococcus lokheanya bening dan tidak berbau.
o   Lendir vagina berwarna keputihan sampai kekuningan yang berlebihan
o   Rahim membesar
o   Penderita nampak sehat namun dampak yang diberikan dalam jangka pendek yaitu menurunkan kesuburan dan dalam jangka panjang menyebabkan gangguan reproduksi karena perubahan saluran reproduksi.
E.     Diagnosis.           
            Endometritis dapat terjadi secara klinis dan subklinis. Diagnosis endometritis dapat didasarkan pada riwayat kesehatan, pemeriksaan rektal, pemeriksaan vaginal dan biopsi. Keluhan kasus endometritis biasanya beberapa kali dikawinkan tetapi tidak bunting, siklus birahi diperpanjang kecuali pada endometritis yang sangat ringan. Pemeriksaan vaginal dapat dilakukan dengan menggunakan vaginoskop dengan melihat adanya lendir, lubang leher rahim (serviks) agak terbuka dan kemerahan di daerah vagina dan leher rahim. Pada palpasi per rektal akan teraba dinding rahim agak kaku dan di dalam rahim ada cairan tetapi tidak dirasakan sebagai fluktuasi (tergantung derajat infeksi).
F.     Terapi
Terapi endometritis, dapat dilakukan melalui pemberian antibiotik sistemik, irigasi rahim, pemberian hormon estrogen untuk menginduksi respon rahim, dan injeksi prostaglandin untuk menginduksi estrus [2][3]. Pengobatan yang direkomendasikan untuk endometritis yang agak berat adalah memperbaiki vaskularisasi dengan mengirigasi uterus mempergunakan antiseptik ringan seperti lugol dengan konsentrasi yang rendah. Irigasi diulangi beberapa kali dengan interval 2-3 hari. Antibiotik diberikan secara intra uterin dan intra muskular. Leleran dapat dikeluarkan dengan menyuntikkan preparat estrogen. Untuk endometritis ringan cukup diberikan antibiotika intra uterina[3].
G.    Penatalaksanaan
o  Pada penderita endometritis ringan pasca persalinan normal pengobatan dengan antibiotika oral biasanya memberikan hasil yang baik.
o  Pada penderita sedang dan berat , termasuk panderita pasca secsio caesarea, perlu diberikan antibiotik spektrum luas secara intravena, dan biasanya penderita akan membaik dalam waktu 48 – 72 jam.
o  Bila setelah 72 jam demam tidak membaik perlu dicari dengan lebih teliti penyebabnya karena demam yang menetap ini jarang yang disebabkan oleh resistensi bakteri terhadap antibiotika atau suatu efek samping obat.
o  Penyulit endometritis yang sering menimbulkan demam yang menetap ini diantaranya parametrial flegmon, abses pelvis atau tempat insisi, infeksi pada hematom dan pelvik trombo flebitis. Oleh karenanya, pada kasus endometritis yang berat dan disertai penyulit perlu dipertimbangkan intervensi bedah untuk drainase abses atau evakuasi jaringan yang rusak.
H.    Penyulit
            Pada sebagian besar kasus endometritis akan membaik dalam 49 – 72 jam pasca terapi, tetapi pada sebagian kecil kasus dapat timbul penyulit berat.
I.       Pengkajian kebidanan
Pengumpulan data
A. Identitas/biodata
  • identitas klien
  • -identitas penanggung
B. Data subjektif
  • Didata tanggal
  • Alasan datang berkunjung
  • Keluhan utama
  • Riwayat menstruasi
  • Riwayat persalinan( persalinan ditolong siapa dan plasenta lengkap/ tidak)
  • Riwayat  kesehatan(riwayat pernah dioperasi)
C. Data Objektif
  • 1.pemeriksaan umum(kesadaran,Bbsaat hamil, Bbsekarang,TB,LILA)
  • 2.Tanda vital(TD,N,P,S)
  • 3.Pemeriksaan khusus
a)    Inspeksi abdomen
b)   Palpasi abdomen,
Auskultasi abdomen
c)    Genitalia(Pengeluaran lochea dan perineum)
d)   Pemeriksaan laboratorium

BAB III. TINJAUAN KASUS
            ILUSTRASI KASUS
            Seorang ibu datang ketempat bidan yang bernama ani , berusia 28 tahun, ibu ini datang dengan keluhan nyeri pada perut, melahirkan 6 hari yang lalu,ini kelahiran anak keduanya, lokhea berbau menyengat. Ibu ani merasa takut terjadi apa – apa pada perutnya karena dia belum pernah merasakan hal seperti ini pada kelahiran anak pertamanya. Setelah dilakukan pemeriksaan, suhu ibu ani 38 0 celcius,nadi cepat,lendir vagina berwarna keputihan/kekuningan.















MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PADA NY”A” POST PARTUM HARI KE ENAM DENGAN ENDOMETRITIS DI BPS HANIFA BONJOL PASAMAN
 TANGGAL 20 0KTOBER 2011.
PENGUMPULAN DATA
A.     IDENTITAS/ BIODATA
Nama istri                                                 : Ny”A”          
Umur                                                       : 28 Tahun      
Suku                                                         : Tanjung        
Bangsa                                                     : Indonesia      
Agama                                                      :Islam
Pendidikan                                                            : Tamat SMA
Pekerjaan                                                 : Guru SMA
Alamat                                                     : Tanjung Karang Indah no.26 RT3RW5 Bonjol.

Nama suami                                              : Tn”Y”
Umur                                                       : 29 tahun
Suku                                                        : Kumbang
Bangsa                                                      : Indonesia
 Agama                                                     : Islam
Pendidikan                                                            : SMA
Pekerjaan                                                  : Wiraswasta
Alamat                                                      : Tanjung Karang Indah No 26, RT3RW5 Bonjol.


Nama keluarga yang bisa dihubungi         : Ny “ H”
Hubungan                                                 : Saudara kandung
Alamat                                                      : Tanjung karang indah, No 28, RT3RW5 BONJOL
No telp                                                      : 081922543254

B.     DATA SUBJEKTIF
Pasien masuk keruang nifas pada tgl/jam: 20 Oktober 2011/ 09.00 WIB                    
Didata tanggal                                                  : 20 Oktober 2001/ 09.10 WIB
  1. Alasan datang berkunjung                   : Perawatan dan pemeriksaan postpartum
  2. Keluhan utama                                                : Ibu datang kebidan mengaku habis melahirkan 6 hari yang lalu secara normal anak ke 2, ibu mengeluh nyeri pada perut,lochea berbau menyengat,suhu badan panas sejak 3 hari yang lalu.
  3. Riwayat menstruasi
Haid pertama                                                   : 13 tahun
Siklus                                                               : 1x 28 hari
Banyaknya                                                       : 2-3 kali ganti duk
Lamanya                                                          : 7 hari
Warnanya                                                        : Merah tua
Sifatnya                                                           : Encer
Teratur                                                             :Teratur
Dismenore                                                       : Tidak ada




  1. Riwayat kehamilan,persalinan dan nifas yang lalu
No
Tgl Lahir
Usia Kehamilan
Jenis Persalinan
Tempat Persaliana
komplikasi
Bayi
Ibu
Ibu
Bayi
JK
BB/PB
KU
Lochea
Laktasi
1
     


2
3 tahun

ini
Aterm
Spontan
BPS
Tdk ada



Tdk ada
Laki-laki
3000gram/ 50 cm
baik
normal
Asi 2 tahun

  1. Riwayat persalinan sekarang
IBU
a.    Tempat persalinan sekarang                                    : BPS
b.    Jenis persalinan sekarang                            : Spontan
c.    Lamanya persalinan
Kala I                                                          : 2 jam 30 menit
KalaII                                                          : 30 menit
Lamanya dipimpin meneran                                    : 15 menit
Ketuban pecah                                            : Spontan,jernih,tidak berbau,jumlah 500cc
d.    Persalinan ditolong                                      : Bidan
e.    Plasenta                                                       :Lengkap,panjang tali pusat 50 cm, berat plasenta 500gram
f.     Perineum                                                     : Ada,laserasi  derajat II

g.    Perdarahan                                                 
Kala I                                                        : 50 cc
Kala II                                                      : 25 cc
Kala III                                                     : 150 cc
Kala IV                                                     : 100 cc

BAYI
1.    Lahir,tanggal,jam                                         : 14 oktober 2011/ 13.00 WIB
2.    Jenis kelamin                                              : Perempuan
3.    BB,PB,APGAR                                           : 3200,50,8/9
4.    Molase                                                        : Tidak ada
5.    Kelainan                                                      : Tidak ada
6.    Masa gestasi                                                            : Aterm
  1. Pola makan
a.    Makan dan minum terakhir                         :  Ada , tanggal 14 Oktober jam 10.00 wib
b.    Jenis                                                                        : 1 prg nasi, 1 mgkok sayur, 1 ptg lauk, 1 gelas air putih
c.    Masalah                                                       : Tidak ada masalah
  1. Pola eliminasi
a.    BAB Terakhir
Frekwensi                                                    : 1 x sehari
Warna                                                         : Kuning kecoklatan
Konsistensi                                                  : Lunak
Keluhan                                                      : Tidak ada keluhan
b.    BAK terakhir
Frekwensi                                                    : 6-7 x sehari
Warna                                                         : kuning jernih
Keluhan                                                      : Tidak ada
  1. Pola istirahat
Lama istirahat dan tidur sebelum persalinan    : 7-8 jam                     
Lama istirahat dan tidur setelah persalinan       : 13.30 – 15.00 wib

  1. Riwayat kesehatan keluarga
a.    Jantung                                                        : Tidak ada
b.    Hipertensi                                                    : Tidak ada
c.    Ginjal                                                          : Tidak ada
d.    Diabetes melitus                                          : Tidak ada
e.    Asma                                                           :Tidak ada
f.     TBC                                                                        : Tidak ada
g.    Epilepsi                                                       :Tidak ada
  1. Riwayat kesehatan
a.    Riwayat penyakit yang pernah diderita
1)   Jantung                                                   : tidak ada
2)   Hipertens            i                                               :Tidak ada
3)   Ginjal                                                     : Tidak ada
4)   Diabetes melitus                                     : Tidak ada
5)   Asma                                                      : Tidak ada
6)   TBC                                                        : Tidak ada
7)   Epilepsi                                                  : Tidak ada
b.      Riwayat alergi                                                 : ibu tidak ada alergi obat dan makanan
c.       Riwayat tranfusi darah                                                : Tidak ada
d.      Riwayat pernah di operasi                               : Tidak ada
e.       Riwayat pernah kelainan jiwa                         : Tidak ada
  1. Riwayat kontrasepsi yang digunakan               :Belum pernah

  1. Personal higiene
Mandi                                                              : 1 x sehari
Gosok gigi                                                       :2 x sehari
Keramas                                                          : 1 x sehari
Ganti pembalut                                                            :2 X sehari
Ganti pakaian                                                  : 2 x sehari
Perawatan payudara                                         : setiap kali mandi
  1. Olah Raga
Senam Nifas                                                    : Belum ada dilakukan
Frekwensi                                                        : Belum ada dilakukan
  1. Pola hidup Sehat
Merokok                                                          : Tidak ada
Alkohol                                                           : Tidak ada
Jamu                                                                : Tidak ada
  1. Keadaan sosial
a.    Perkawinan
1)   Status perkawinan                                  :Sah
2)   Perkawinan ke                                        : Peratama
3)   Kawin 1 tahun                                        : 2008
4)   Berapa lama baru hamil setelah kawin   :Satu bulan
b.    Kehamilan                                                   :Direncanakan
c.    Status emosional                                         :Stabil
d.    Respon ibu terhadap dirinya                                   :Baik
e.    Respon ibu terhadap bayinya                                  :Baik
f.     Respon keluarga terhadap bayinya              :Baik
g.    hubungan dengan keluarga                          :Ibu ditunggui oleh suaminya
h.    hubungan dengan tetangga dan masyarakat : Baik
i.      jumlah anggota keluarga                              :3 orang
  1. Keadaan ekonomi
a.    Penghasilan perbulan                                  :Rp. 900.000
b.    Penghasilan perkapita                                  :Rp.300.000
  1. Kegiatan spiritual                                             : Ibu ada melaksanakan sholat
C.     DATA OBJEKTIVE
1)                  PEMERIKSAAN UMUM
KU                                                                   :Gelisah
Kesadaran                                                        :CMC
Berat badan saat hamil                                     :69 kg
Berat badan sekarang                                       :56 kg
Tinggi badan                                                    :157 cm
LILA                                                                :28 cm

2)                  Tanda vital
Tekanan darah                                                 :130/90
Nadi                                                                 :92x/ menit
Pernafasan                                                       : 25x/menit
Suhu                                                                :38,50 derjat celcius
3)                  Pemeriksaan khusus
a.    Inspeksi
                           I.       kepala
Rambut                                                   :Hitam,bersih,tidak rontok,tidak berketombe
Mata                                                       :Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak kuning
Muka                                                      :Tidak ada oedema
Mulut                                                      :Tidak ada stomatitis
Gigi                                                        :Tidak ada caries
                         II.       leher                                                         :Tidak ada pembesaran kalenjer tyroid dan limfe
                      III.        Dada
Mammae                                                            :Simetris kiri dan kanan, puting susu menonjol
Aerola                                                    : hiperpigmentasi.
Benjolan                                                 :Tidak ada
Kalenjer montgomery                             :Ada
Pengeluaran asi                                       :Ada
Rasa nyeri/masalah                                 :Tidak ada
                      IV.       Punggung dan pinggang                            :Lordosis

                        V.       Abdomen
Inspeksi                                                  :Tidak ada bekas luka operasi pada dinding uterus,striae tidak ada
Pembesaran                                            : Tidak sesuai involusi/ sub involusi uterus
Palpasi                                                    :TFU 2 jari dibawah pusat
Auskultasi                                              :Bising usus(+)
                      VI.       Ektremitas atas                                          :Normal
                   VII.       Ektremitas bawah                                     :Normal
                 VIII.       Genitalia
Pengeluaran lochea                                 : Sanguilenta
Perineum                                                            : Ada luka jahitan epsiotomi, terlihat merah, basah dan nyeri tekan
b.    Perkusi
Refleks patella kanan                               : (+)
Reflek patella kiri                                     :(+)
c.    Pemeriksaan laboratorium                           :Tidak ada dilakukan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                           






Bab IV: PENUTUP
*      KESIMPULAN
Radang selaput lendir rahim atau endometritis adalah peradangan yang terjadi pada endometrium, yaitu lapisan sebelah dalam pada dinding rahim, yang terjadi akibat infeksi.

Jenis infeksi yang paling sering ialah endometritis. Kuman-kuman memasuki endometrium, biasanya pada luka bekas Insersio plasenta, dan dalam waktu singkat mengikutsertakan seluruh endometrium.
Endometritis ini terjadi karena karena kurangnya kesadaran ibu nifas dalam hal perrsonal  higiene dan merawat luka perineum. Padahal infeksi ini dalam jangka pendek dapat menyebabkan terjadinya penurunan kesuburan dan dalam jangka panjang menggannggu sistem reproduksi karena perubahan saluran reproduksi. Pengobatan dan penanganan yang tepat sangat dibutuhkan dalam kasus ini.

*      SARAN
Dalam penulisan dan penyusunan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan demii sempurnanya makalah yang penulis susun.










DAFTAR PUSTAKA
  • Ball PJH, Peters AR. 2004. Reproduction in Cattle 3rd Edition. Oxford: Blackwell Publishing
  • Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 97-115).
    Saleha, 2009.
  • Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 71-76).
    Suherni, 2007
  • Sulistyawati,ari.2009.buku ajar asuhan kebidanan pada ibu nifas.penerbit andi: jogyakarta.
 
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PADA NY”A” P1A0H1 POSTPARTUM HARI KE ENAM DENGAN ENDOMETRITIS DI BPS. HANIFA ,BONJOL PASAMAN TANGGAL  20 OKTOBER 2011

Data
Interprestasi data
Diagnosa potensial
Tindakan segera
Intervensi
Implementasi
Evaluasi
Tanggal 20 Oktober 2011

Jam: 09.10 wib

DS:

Ibu mengatakan senang dengan kelahiran bayinya

Ibu mengatakan bahwa ia telah melahirkan anak kedua enam hari yang lalu


Ibu mengatakan nyeri pada abdomen,  demam dan panas tinggi

Ibu mengatakan keluar lendir dari kemaluannya yang berbau menyengat.

DO:


Ibu melahirkan tanggal 14 Oktober 2011 jam 13.00 wib kontraksi uterus baik.


TFU 2 jari dibawah pusat  kontraksi uterus kurang  baik lochea sanguinolenta dan berbau menyengat.


ASI ibu lancar




Tanda  vital
TD: 130/90
N:92X/i
P:25x/i
S:38,50 derjat celcius

Diagnosa :

Ibu nifas hari keenam dengan infeksi luka perineum yang menjalar ke abdomen(endometritis)

Dasar :

Ibu melahirkan tanggal 14 Oktober 2011,lochea sanguinolenta, TFU 2 jari dibawah  pusat, keluar lendir yang berbau menyengat, pada perineum nampak masih merah ,basah dan nyeri tekan pada abdomen.

Tanda vital:
TD:130/90
N:92X/i
P:25x/i
S:38,50 derjat celcius

Masalah

Pembesaran abdomen tidak sesuai involusi/sub involusi uterus

Nyeri abdomen

Ibu cemas dan takut terjadi apa-apa pada perutnya

Ibu tampak gelisah dan tidak tenang dan nyaman dengan keadaan tersebut

Ibu malas menyusui bayinya karena lebih mengkhawatirkan tentang keadaan dirinya.

Ibu kurang nafsu makan serta kesulitan dalam beraktivitas


Ibu susah istirahat dan tidur.
Menurunkan kesuburan dan gangguan sistem reproduksi karena perubahan saluran reproduksi.
Tidak ada
1.jelaskan pada ibu tentang keadaannya berdasarkan hasil pemeriksaan






















2. Jelaskan pada ibu penyebab terjadinya infeksi



















3. Jelaskan dampak infeksi  nifas(endometritis) pada ibu











4. lakukan pembersihan luka perineum pada ibu




5.Beri informasi tentang personal higiene












6. Ingatkan pada ibu tentang pentingnya asi eklusif









7. anjurkan ibu untuk istirahat dan mengkonsumsi makanan bergizi.









8. berikan antibiotik oral pada ibu seperti ciprofolaxin dan amoxcilin.




9. lakukan rujukan












1. menjelaskan pada ibu bahwa involusinya tidak normal, terdapat tanda-tanda infeksi pada luka perium serta menjalar kerahim










Mengontrol TTV








2. Menjelaskan pada ibu bahwa penyebab terjadinya infeksi adalah karena kurangnya kesadaran ibu dalam  hal personal higiene ,merawat  luka perineum sehingga menyebabkan infeksi dan bersarangnya kuman pada luka bekas laserasi serta merambat kedalam rahim ibu.


3. menjelaskan dampak  jangka pendek dari infeksi adalah terjadinya penurunan kesuburan dan dampak jangka panjang adalan gangguan sistem reproduksi karna  perubahan saluran reproduksi

4.Melakukan pembersihan luka perineum ibu dengan prinsip sterilisasi


5. Memberi informasi tentang pentingnya menjaga higiene seperti mandi 2x sehari, menjaga daerah perineum tetap bersih dan kering, mengganti duk 3-4 kali sehari untuk menghindari infeksi


6. Mengingatkan pada ibu tentang manfaat dari asi mesipun ibu dalam keadaan demam,  tetap menyusui  bayi tidak akan berpengaruh terhadap bayinya



7. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan berzi untuk mempercepat proses penyembuhan dam memperbanyak produksi asi.


8. Memberikan antibiotik ersebut pada ibu dan menjelaskan cara,efek dan kapan ibu memgkonsumsi obat tersebut

9. melakukan rujukan pada  tenaga yang lebih ahli untuk mendapatkan pelayanan yang tepat.
1. hasil pemeriksaan TFU 2 jari dibawah pusat, lochea sanguinolenta yang mengeluarkan bau menyengat, suhu meningkat, nadi cepat dan keluar lendir kekuningan dari jalan kemaluan yang berbau menyengat serta nyeri tekan pada abdomen.


TD:130/90
N:92X/i
P:25x/i
S:38,50 derjat celcius




2. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan



















3. ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan












4. Ibu ibu tampak menhan sakit dan nyeri.




5. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan.












6. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan.










7. Ibu aka mencoba untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup.







8. ibu bersedia untuk mengkonsumsinya






9. Ibu bersedia untuk dirujuk pada tenaga yang lebih ahli.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar